REAKSIMU– Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara, Fifian Adeningsi Mus meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, Sabtu (8/11/2025).
Dalam agenda kunjungan dan peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Suryati Abdullah, Direktur RSUD Sanana Aulia Ngofangare, dan sejumlah pimpinan OPD teknis.
BACA JUGA : DPRD Tuding Bupati Pulau Taliabu Gagal Bangun Daerah
“Proyek ini merupakan peningkatan kualitas RSUD tipe C yang didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 179 miliar dan dikerjakan dengan metode design and build (rancang bangun terintegrasi),” kata Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsih Mus melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Basiludin Labesi.

Basiludin mengungkapkan, pembangunan ditargetkan selesai dalam satu tahun, atau selesai tepat waktu dengan kontraktor pelaksana PT Hutama Karya. Ini adalah salah satu program strategis Nasional yang harus di kawal pembangunannya, sehingga progres pekerjaannya harus di pantau setiap saat (Sabtu, 08/11/2025)
BACA JUGA : Ibu Suri Sirikit Wafat, Raja Thailand Tetapkan Masa Berkabung Setahun
“Pembangunan RSUD Sanana merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang menjadi amanah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk membangun 66 rumah sakit tipe C di wilayah tertinggal, terpencil, dan perbatasan (3T),” jelasnya.
Basiludin menyebutkan, pembangunan RSUD Sanana akan dilengkapi dengan fasilitas dan teknologi medis modern, seperti CT scan, cath lab, mamografi, alat kemoterapi, mesin cuci darah (hemodialisis), dan peralatan lengkap untuk pelayanan ibu dan anak. Namun demikian, ia menekankan bahwa teknologi canggih tidak akan maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang mumpuni.

BACA JUGA : Bimtek Aplikasi IDIS Resmi di Tutup, Begini Pesan Bupati Kepulauan Sula
“Amanah bapak presiden menugaskan pada kita semua, memastikan seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali, dapat mengakses layanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, dan terjangkau. Rumah sakit ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi harus mampu menangani lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, penyakit jantung, kanker, gagal ginjal, serta kematian ibu dan anak,” pungkasnya. (tim/red)

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !