REAKSIMU– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara, menggelar Halal Bihalal bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama, dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini bertajuk ‘Momentum Mempererat Silaturahmi, Saling Memaafkan, serta Menjaga Kebersamaan Keluarga’ Kamis, (9/4/2026) malam.
Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsih Mus mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bagian dari momentum, saling membuka ruang maaf, melapangkan dada, dan menyambung kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang.
“Dalam perjalanan kita sebagai manusia, tentu tidak luput dari khilaf dan salah. Baik dalam perkataan, sikap, maupun dalam menjalankan amanah. Oleh karena itu, dari hati yang paling dalam, saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula memohon maaf lahir dan batin. Semoga dengan saling memaafkan, hati kita menjadi lebih ringan, langkah kita menjadi lebih lapang, dan hubungan kita menjadi lebih kuat,” ucapnya.
Kekuatan terbesar dalam membangun daerah tidak hanya terletak pada program dan kebijakan, tetapi pada kebersamaan, keikhlasan, dan rasa saling memiliki.

“Ketika kita saling menguatkan, saling percaya, dan berjalan bersama, maka insya Allah setiap langkah kecil yang kita lakukan akan menjadi bagian dari perubahan besar bagi daerah yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Kepala daerah perempuan pertama di Maluku Utara itu berharap, semoga kebersamaan yang dibangun melalui halal bihalal, tidak berhenti, namun terus hidup dalam sikap saling menghargai, saling mengingatkan, dan saling mendoakan dalam setiap langkah ke depan.
“Mari kita pulang dari tempat ini dengan hati yang lebih bersih, niat yang lebih tulus, serta semangat baru untuk berbuat kebaikan baik untuk diri kita, keluarga, maupun untuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula,” ungkapnya.
Sementara Ustadz M. Anwar Kuba menyampaikan, halal bihalal merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan sejak jaman presiden Sukarno, pada saat menghadapi berbagai macam tantangan.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini jadikanlah tempat saling memaafkan, saling mengiklaskan, saling mendoakan demi hal-hal kebaikan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, ketika melihat perbedaan, tanamkan pada hati, bahwa rasa perbedaan itu sebagai rahmat.
“Jika kita memandang seseorang dengan rasa persaudaraan maka insyaallah tidak ada jurang pemisah yang dapat memisahkan kita,” cetusnya.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !